[8elapan] Karedoks: Kareatif tapi Paradoks

Oke-oke, judulnya emang rada maksa. Ya uda lah ya.
Sekarang saatnya kita UAS!!! đŸ˜€
Kali ini tentang paradoks orang-orang kreatif.
Ada orang namanya Mihaly Csikszentmihalyi, yang nampaknya amat tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan sifat-sifat orang kreatif.
Si Mihaly ini Menyatakan 10 ada sikap paradoks yang dimiliki oleh orang-orang Kreatif.
Berikut ini adalah 10 sikap paradok yang dinyatakan oleh Mihaly disertai dengan analisis dan komentar saya:
1. Orang kreatif memiliki banyak energi fisik, tapi mereka juga sering tenang dan diam.
Di suatu waktu, Thomas Alfa Edison merupakan orang yang tidak kenal lelah dengan melakukan percobaan beribu-ribu kali banyaknya untuk mendapatkan hasil terbaik dari penemuannya.
Namun di satu waktu, Thomas Alva Edison diam dan berpikir tentang apa yang salah dalam menyempurnakan percobaan penemuannya.
2. Orang-orang kreatif cenderung pintar tapi naif pada saat yang sama.
Orang-orang yang kreatif kebanyakan adalah orang-orang yang naif.
Kenapa?
karena sifat naif dan kekanakan itulah yang membuat pikiran lebih lepas dan imajinasi bergerak lebih liar.
Berpikiran dewasa dan kolot justru akan menghambat suatu imajinasi dengan tutup botol bernama logika.
3. Kreatif menggabungkan main-main dan disiplin, atau tanggung jawab dan tanggung jawab.
Untuk yang satu ini kita bisa melihat ke Google sebagai contoh. Berikut adalah kantor dari Google:

Hmm.. terlihat seperti tempat bermain anak-anak bukan? Namun dari tempat bermain inilah beroperasi sebuah perusahaan yang dapat menghasilkan US$ 1 milyar per tahun.
Demikianlah cara orang kreatif bekerja. Mereka bekerja dengan cara bersenang-senang, namun tetap dapat produktif dan tidak lepas dari tanggung jawabnya.
4. Orang kreatif bergantian antara imajinasi dan fantasi, dan perasaan yang berakar dari realitas. Setiap orang bisa bermimpi dan berimajinasi. Tapi orang yang kreatif dapat menghubungkan imajinasi mereka dengan perasaan yang berakar dari realitas, sehingga kemudian dapat membuat imajinasi tersebut menjadi kenyataan.

5. Kecenderungan orang-orang kreatif untuk menjadi ekstrover dan introver.
Orang kreatif harus menjadi ekstrover untuk mengumpulkan ide-ide sebanyak mungkin dari apapun dan siapapun di sekitarnya. Namun terkadang mereka juga akan menjadi introver dan cuek terhadap sekitarnya untuk terlarut dalam imajinasi mereka yang liar dan mengembangkannya.


6. Orang kreatif rendah hati dan bangga pada saat yang sama.
Sebagaimana kata pepatah, semakin berisi, padi semakin merunduk.
Hal yang sama juga berlaku untuk orang-orang kreatif.
Semakin kreatif temuan mereka, tidak akan perlu lagi untuk menyombongkan diri karena orang-orang sudah mengapresiasi temuan mereka.

7. Orang kreatif, untuk suatu hal, melarikan diri stereotip peran gender yang kaku.
Orang kreatif gak akan mengenal batasan gender sama sekali.
Seperti seorang wanita yang suka memodifikasi sendiri mobilnya atau cowo yang menjadi juru masak, selama itu merupakan bidang mereka untuk berkreasi, maka tidak akan ada masalah.
Kreativitas adalah hal yang tidak dibatasi oleh sekedar jenis kelamin.
Individu yang kreatif lebih cenderung memiliki kekuatan tidak hanya dari gender mereka sendiri, tetapi orang-orang yang lain juga.

8. Orang kreatif baik memberontak dan konservatif.
Orang-orang kreatif dapat membuat sesuatu yang beda dan luar biasa dari hal yang konservatif.
Contohnya APIQ.
Matematika selama ini dikenal sebagai pelajaran yang konservatif. Dari dulu hasil dari 12 pangkat 3 adalah 1728, dan akan begitu seterusnya.
Namun dari sifat matematika yang konservatif tersebut, APIQ dapat memberikan metode-metode yang kreatif dan di luar kebiasaan dalam cara menghitung angka tersebut.

9. Kebanyakan orang-orang kreatif sangat bersemangat tentang pekerjaan mereka, namun mereka dapat sangat objektif tentang itu juga.
Tentu saja kita harus semangat dalam mengerjakan pekerjaan kita. Tanpa semangat, maka pekerjaan kita tidak akan selesai dengan hasil yang terbaik.
Namun sebagai orang kreatif, objektivitas dari pekerjaan juga penting. Mengapa? karena jika hanya dengan semangat dan tanpa objektivitas, kita akan merasa pekerjaan kita adalah yang terbaik, tanpa mau menerima saran dan kritik dari orang lain, sehingga kita akan dianggap tidak kredibel mengenai pekerjaan kita.

10. Orang kreatif keterbukaan dan kepekaan sering mengekspos mereka untuk penderitaan dan kesakitan, namun juga untuk banyak kenikmatan.
Pemikiran dari orang kreatif seringkali membuatnya dihargai sebagai orang yang luar biasa.
Namun terkadang ada kalanya orang kreatif merasa tidak dihargai karena orang-orang menganggap mereka orang yang aneh.
Pemikiran yang berbeda sering dianggap sebagai menyimpang oleh mayoritas, sehingga orang kreatif terkadang merasa terisolasi dan disalahpahami.
Advertisements

~ by arianewibisana on December 12, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: